Hari Ini:

Jumat 22 Mar 2019

Jam Buka Toko:

09.00 s/d 21.00 WIB

Telpon:

088218028617

SMS/Whatsapp:

088218028617

Line ID:

lshopbdg

BB Messenger:

D5C7224C

Email:

adm.moofeat@gmail.com

Sejarah Berdirinya Sepatu Vans

20 July 2015 - Kategori Blog

Vans Logo

Paul Van Doren, lahir pada tahun 1930, tinggal di boston, keluar sekolah waktu beliau baru naik ke kelas 3 smp. Dan akhirnya memutuskan untuk serius dalam hobinya, yaitu berkuda. Pada umur 14 tahun, dia sudah memulai balapan kuda dalam beberapa race lokal dan dapet nickname : ‘dutch the clutch’ karena stylenya yang aneh dalam berkuda. Pada lain waktu Ibunya merasa kesal melihat beliau kerjanya hanya bermain kuda, tidak menghasilkan uang, akhirnya beliau dipaksa untuk bekerja di suatu pabrik sepatu sebagai buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai.

20 tahun berlalu bekerja di pabrik sepatu dengan merek Randy’s tersebut, keuletannya bekerja, Paul Van Doren naik jabatan menjadi Vice president (wakil president) dari Randy’s. Seiring waktu berjalan, beliau memutuskan untuk keluar dari perusahaan sepatu itu, lalu beliau pindah ke kota southern california, dan membuat perusahaan baru bersama sahabat & adiknya.

Paul Van Doren akhirnya berhasil membuat perusahaan baru yang bernama “Van Doren Rubber Company” . Waktu itu, hanya ada 3 merek yang di produksi yaitu ; Vulcanized shoes atau (bisa dibilang) sepatu keds yaitu Randy’s,Keds dan Converse.

Sekarang, Say welcome to VANS. Peristiwa pada taun 1966 ini sekarang terkenal dengan istilah : The Birth of The California Style. waktu untuk menyiapkan sebuah toko dengan pabrik dalam satu sistem cukup lama juga. Sebelum toko itu dibuka,di depan pintunya terdapat tulisan ‘Opening January!’. PADA waktu bulan Januari persiapan belum selesai, tulisannyapun diganti menjadi ‘Would You Believe February?’. tapi akhirnya took di buka pada tanggal 1 maret 1966. Pada hari pertama, terdapat 16 orang yg datang ke toko, dan melihat-lihat contoh sample sepatu yang disediakan dan akhirnya pada sore hari pembeli datang lagi ke toko dan membeli salah satu sample. Setelah dapat pelanggan Paul Van Doren beserta adik dan teman-temanya langsung cepat-cepat masuk ke pabrik dan memproduksi sepatunya.

Harga sepatu vans waktu pertama keluar sekitar = $ 4.99, setelah toko mulai jalan dengan mulus seorang perempuan datang melihat-lihat di toko, Lalu dia bilang “ini pinknya bagus,tapi saya ingin pink yang lebih terang,itu juga kuningnya bagus,tapi ingin yang lebih tua kuningnya”. Paul Van Doren berfikir, “tidak mungkin saya bikin 5 jenis untuk satu warna pink dan 5 jenis lagi buat warna yg lain” lalu dia menjawab “gini aja deh,mbak bawa kain dengan warna yg mbak suka,nanti kita buatkan sepatunya”.

Mulai saat itu, vans terkenal dengan konsep ‘CUSTOM SHOES’. Vans jadi makin terkenal sewaktu mereka memulai memproduksi sepatu untuk sekolah, team, olahraga & cheerleader di seluruh California selatan, Pada taun 1975, dua orang skateboarder dari Santa Monica yaitu Tony Alva dan Stacey Peralta ingin bikin sepatu custom yg lebih custom lagi. Sehabis berbicara Vans akhirnya membuat tambahan panel suede di bagian tumit dan dikasih label ‘OFF THE WALL’, yang mulai hari itu jadi nama dari skateboarding shoes line dari VANS. Mereka juga mulai mensponsori Tony Alva dan Stacey Peralta. Mereka Membayar Stacey Peralta sebesar $300 yang mau tour keliling dunia, untuk selalu Memakai sepatu VANS dimana pun dia berada.

Pada akhir taun 70-an anak dari Paul Van Doren, yaitu Steve Van Doren melihaat salah tau sepatu temannya dicoret-coret dengan motif kotak-kotak seperti papan catur. Dia langsung berbicara sama Ayahnya,Lalu beliau membuat design slip-on Checkerboard dengan warna putih bahan canvas dan warna hitam bahan karet di susun menjadi kotak-kotak, Lalu mereka mengeluarkan sepatu tersebut.

Pada waktu yg sama,orang ‘Universal Studios Hollywood’ meminta masukan sepatu untuk membuat film, Lalu VANS akhirnya mengirimkan stock Checkerboard slip-ons dalam jumlah besar. Orang-orang pada film “Fast Times at Ridgemont High” itu langsung jatuh cinta & tergila-gila dengan sepatu itu mereka langsung menaruh sepatu itu di cover kaset/laser disc film itu dan juga mereka bikin scene di mana salah satu karakter film dipukul kepalanya pake sepatu tersebut.

Setelah film itu keluar, Vans langsung kebanjiran order. Mereka yang selama ini tidak pernah menjual sepatu ke luar kota California mendadak dapat pemesanan dari seluruh kota di Amerika. Ini menjadi kelahiran salah satu sepatu paling laku di dunia bahkan sampai sekarang yaitu “The Checkerboard Vans Slip-Ons”.

Pada Awal tahun 80-an, adik Paul Van Doren, yaitu “Jim’co-founder” yang menjabat sebagai president waktu itu memutuskan untuk membuat sepatu di luar sepatu keds. Yaitu membuat design sport shoes, karena ingin menjadi rival ADIDAS,REEBOK,NIKE dan PUMA. Bisa dibilang hampir semua keuntungan yang mereka dapet dari penjualan Vans checkerboard slip-ons yang fenomenal, mereka habiskan dengan membuat sepatu sport yang tentu saja, materialnya jauh lebih mahal dari sepatu keds yang simple.

Mereka membuat sepatu-sepatu berkualitas bagus dan mahal untuk basket, sepakbola, tennis, baseball, gulat. Walaupun Jim dinasihatin oleh kakaknya Paul Van Doren supaya tidak usah berangan-angan bias bersaing dengan nike yg sudah mapan, tetapi Jim tidak mau mendengar apa kata kakaknya. Hasilnya bisa ditebak, VANS Mengalami kerugian besar dan utang sekitar $11juta sampai 12juta dan akhirnya para petinggi masuk pengadilan karena tidak bisa membayar hutang kepada perusahaan-perusahaan bahan mentah untuk membuat sepatu sport mereka.

Akhirnya pengadilan memutuskan Jim dikeluarkan dari Vans dan Paul Van Doren menjadi pemilik tunggal Vans. Paul langsung putar otak banting tulang untuk membayar hutang. Dia memulai dengan cara merubah material bahan sepatu Vans dengan material dari perusahaan tempat mereka berhutang, Keuntungan perusahaan Vans dipotong untuk membayar hutang. Setelah 3 tahun, Hutangnya lunas, dan Selama 3 tahun itu mereka sama sekali tidak menjalankan bentuk promosi apapun. Seiring waktu berjalan ada perusahaan baru muncul yang berada di segmen yang sama dengan Vans, yaitu “Vision Streetwear”. Dan mereka langsung promosi besar-besaran, Vans akhirnya terpuruk waktu itu.

Pada Tahun 88, Steve Van Doren diajak Ayahnya (Paul Van Doren) bermain tenis. Dia tahu kalau Ayahnya tidak pernah dan tidak bisa bermain tenis. Jadi dia berfikir Ayahnya ingin berbicara serius. Ayahnya pun berkata “steve, apa yang ingin kamu jawab apabila ada seseorang datang menemui kamu lalu menawar untuk membeli $75juta buat perusahaan kamu (VANS)?’ Steve van doren tanpa pikir panjang menjawab pertanyaan sang ayah “Jual, Ayah sudah siap untuk pensiun, enjoy life, apapun yg terjadi, steve akan baik-baik saja’.

Dan Akhirnya VANS dibeli oleh perusahaan “McConval-Deluit Corp”. Hak kepemilikan perusahaan VANS ada pada mereka selama 10tahun kedepan. Mereka yang mengatur Vans dengan membuat pabrik yang lebih besar di seluruh Amerika.

Pada tahun 90-an produksi mereka turun sehingga semua bentuk produksi dipindah ke luar Amerika yang bertempat di “CHINA” . Mereka juga memulai lebih involve dengan culture anak muda. Target pemasaran mereka yaitu teenagers,65% laki-laki dan 35% perempuan dan anak-anak muda di bawah 16 tahun belum bisa membawa mobil kemana2 (Tidak Mempunyai SIM CARD) jadi apa yang mereka lakukan? main skate, maen surf, bikes and stuff. Jadi mereka mengakomodasi those excact things. Mereka membuat The Warped Tour dengan menonjolkan musik punk-pop melodics yang populer di kalangan ABG labil. Mereka membuat The Vans Triple Crown Skate Contest yang menjadi batu loncatan Tony Hawk sampai jadi skater kaya raya sekarang.

Hollywood juga membuat film yang judulnya Lords of Dogtown yang more or less menceritakan skateboard & Vans. Sekarang Vans dimiliki oleh VF corp dan bernilai $400juta. VF corp sendiri perusahaan unik mereka melakukan semacam research dengan membeli perusahaan youth culture, dan mereka pernah membeli “BILLABONG,Quiksilver” dll.

resized_image2_15ca0219d7be278cc30a2cc3fd08fd06

(PAUL VAN DOREN Founder Of VANS)

steven-van-doren-custom-vans-twoleft-shoes

(STEVE VAN DOREN The son of PAUL VAN DOREN)

article-2057486-0EAA327600000578-846_468x313

(JAMES VAN DOREN His Brother PAUL)